BANJARMASIN – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Banjarmasin melakukan pemantauan di sejumlah pasar dan distributor pangan, guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan stok bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman memimpin
langsung monitoring yang berlokasi di Passar Tradisional Pekauman dan
Distributor Telur di Kota Banjarmasin, Jumat (13/03).
Diawali di Pasar Tradisional Pekauman, Ikhsan beserta
jajaran TPID Kota Banjarmasin dan Pemerintah Kota Banjarmasin menyisir lapak
pedagang mulai dari daging sapi, ayam, hingga komoditas bumbu dapur.
Berdasarkan hasil pantauan, sejumlah komoditas mulai
mengalami fluktuasi harga. Sekda Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman,
mengungkapkan bahwa kenaikan harga daging sapi dan bawang merah menjadi yang
paling menonjol di pasar tradisional. “Hari ini kita melakukan monitoring untuk
ketersediaan pasokan bahan pokok menjelang hari lebaran, tadi kita awali di
Pasar Tradisional Pekauman. Kita pantau tadi ada beberapa komoditi, dari daging
sampai ayam dan bawang juga,” ujarnya.
Ia merincikan bahwa harga daging sapi saat ini menyentuh
angka Rp160.000 per kilogram, naik dari harga normal yang berada di kisaran
Rp145.000. Begitu pula dengan bawang merah yang naik dari Rp40.000 menjadi
Rp45.000 per kilogram. “Memang ada kenaikan menjelang lebaran ini, dan itu
wajar karena memang biasanya seperti itu menjelang hari besar keagamaan,”
tambahnya.
Usai dari pasar, rombongan bergerak menuju salah satu
distributor telur di Kota Banjarmasin untuk memastikan pasokan protein hewani
tersebut aman hingga hari lebaran tiba.
Di situ, ia mengetahui bahwa harga telur ayam ras juga
mengalami penyesuaian, dari harga semula Rp26.000 per kilogram, kini sudah
menembus Rp30.000 per kilogram. Menariknya, Ikhsan menyebut kenaikan telur
bukan semata-mata karena momentum lebaran, melainkan adanya faktor eksternal
terkait konsumsi nasional. “Kenaikan ini tidak dipicu oleh karena mendekati
lebaran, tetapi memang karena permintaan yang meningkat kemudian jumlah
produksinya tetap. Meningkatnya permintaan ini mungkin dikarenakan beberapa hal,
salah satunya juga dari penyelenggaraan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah
mulai aktif,” jelas Ikhsan.
Ikhsan menjelaskan bahwa pasokan telur untuk Banjarmasin
masih bergantung pada dua wilayah utama, yakni Bati-Bati (Tanah Laut) dan
Blitar (Jawa Timur).
Meski selama bulan Ramadan menu MBG cenderung merupakan menu
kering, namun aktivitas program tersebut telah mengerek permintaan pasar secara
keseluruhan. Ikhsan memprediksi permintaan akan kembali normal setelah masa
lebaran usai.
Secara keseluruhan, TPID Kota Banjarmasin menegaskan bahwa
masyarakat tidak perlu khawatir karena stok bahan pokok di Kota Banjarmasin
dipastikan mencukupi hingga lebaran nanti. Pemerintah kota akan terus memantau
pergerakan harga secara
Posting Komentar