BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR membuka
kegiatan Musyawarah Masyarakat Seni dan Ngaji Puisi #6 yang digelar oleh Dewan
Kesenian Banjarmasin di Rumah Anno 1925, Jumat (13/03) malam.
Dalam kegiatan tersebut, wali kota didampingi Kepala Dinas
Pendidikan Kota Banjarmasin Ryan Utama serta Kepala Dinas Kebudayaan,
Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Banjarmasin Ibnu Sabil.
Acara ini juga dihadiri para pegiat seni dan sastra dari
berbagai daerah di Kalimantan Selatan, tidak hanya dari Banjarmasin, tetapi
juga dari Hulu Sungai Tengah, Barito Kuala, dan Banjarbaru.
Ketua Dewan Kesenian Banjarmasin, Hajriansyah, menyampaikan
bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang sudah memasuki pelaksanaan
ke-enam.
Pada kesempatan yang sama, Koordinator Komite Sastra Dewan
Kesenian Banjarmasin, Micky Hidayat, memperkenalkan buku antologi puisi
berjudul Pesiar Tanpa Belayar.
Menurutnya, buku tersebut memuat karya 14 penyair muda
potensial dari Kalimantan Selatan. Ia berharap buku tersebut dapat diperbanyak
dan didistribusikan ke sekolah-sekolah di Kota Banjarmasin.
Menanggapi hal itu, Wali Kota H. M. Yamin HR menyampaikan
apresiasinya terhadap kegiatan yang dinilai mampu menjaga dan melestarikan
kesenian serta kebudayaan Banua.
“Puisi, syair, pantun, musik panting dan berbagai kesenian
Banua harus terus kita jaga dan kenalkan, termasuk melalui media sosial agar
lebih dikenal generasi muda,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan rencana Pemerintah Kota Banjarmasin
untuk membantu memperbanyak buku Pesiar Tanpa Belayar agar dapat dibagikan ke
sekolah-sekolah, sehingga guru dapat mengenalkan karya sastra daerah sejak dini
kepada para siswa.
Selain itu, pemerintah kota juga merencanakan pembangunan
gedung kesenian dan kebudayaan di Kota Banjarmasin yang ditargetkan mulai
direalisasikan pada tahun 2027.
“Kita jangan sampai kehilangan jati diri budaya karena
terlalu banyak meniru budaya luar. Kita harus menjaga marwah Banjarmasin dengan
tetap melestarikan kesenian dan kebudayaan Banua,” tutupnya. (Prokom-Bjm/Bem)
Posting Komentar