https://hut80ri.setneg.go.id/

Sabtu, 14 Maret 2026

Wali Kota Banjarmasin Buka Musyawarah Masyarakat Seni dan Ngaji Puisi #6, Dorong Pelestarian Sastra Banua

 

BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR membuka kegiatan Musyawarah Masyarakat Seni dan Ngaji Puisi #6 yang digelar oleh Dewan Kesenian Banjarmasin di Rumah Anno 1925, Jumat (13/03) malam.

Dalam kegiatan tersebut, wali kota didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Ryan Utama serta Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Banjarmasin Ibnu Sabil.

Acara ini juga dihadiri para pegiat seni dan sastra dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan, tidak hanya dari Banjarmasin, tetapi juga dari Hulu Sungai Tengah, Barito Kuala, dan Banjarbaru.

Ketua Dewan Kesenian Banjarmasin, Hajriansyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang sudah memasuki pelaksanaan ke-enam.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Komite Sastra Dewan Kesenian Banjarmasin, Micky Hidayat, memperkenalkan buku antologi puisi berjudul Pesiar Tanpa Belayar.

Menurutnya, buku tersebut memuat karya 14 penyair muda potensial dari Kalimantan Selatan. Ia berharap buku tersebut dapat diperbanyak dan didistribusikan ke sekolah-sekolah di Kota Banjarmasin.

Menanggapi hal itu, Wali Kota H. M. Yamin HR menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dinilai mampu menjaga dan melestarikan kesenian serta kebudayaan Banua.

“Puisi, syair, pantun, musik panting dan berbagai kesenian Banua harus terus kita jaga dan kenalkan, termasuk melalui media sosial agar lebih dikenal generasi muda,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan rencana Pemerintah Kota Banjarmasin untuk membantu memperbanyak buku Pesiar Tanpa Belayar agar dapat dibagikan ke sekolah-sekolah, sehingga guru dapat mengenalkan karya sastra daerah sejak dini kepada para siswa.

Selain itu, pemerintah kota juga merencanakan pembangunan gedung kesenian dan kebudayaan di Kota Banjarmasin yang ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun 2027.

“Kita jangan sampai kehilangan jati diri budaya karena terlalu banyak meniru budaya luar. Kita harus menjaga marwah Banjarmasin dengan tetap melestarikan kesenian dan kebudayaan Banua,” tutupnya. (Prokom-Bjm/Bem)






Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search