BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR bertindak sebagai pembina upacara pada peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin,(1/6/2026). Upacara berlangsung khidmat di Halaman Pemko Banjarmasin mulai pukul 07.30 WITA.
Peringatan tahun ini mengusung tema "Pancasila
Pemersatu Bangsa Menuju Perdamaian Dunia". Upacara diikuti jajaran Forum
Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), ASN di lingkungan Pemerintah Kota
Banjarmasin, TNI, Polri, serta
organisasi
kemasyarakatan.
Dalam amanatnya, Wali Kota H. Muhammad Yamin HR menekankan
pentingnya menjadikan Pancasila sebagai panduan dalam setiap kebijakan dan
perilaku sehari-hari.
"Pancasila bukan hanya dihafal, tapi harus kita
wujudkan dalam kerja nyata. Gotong royong, keadilan sosial, dan persatuan harus
jadi napas pembangunan Kota Banjarmasin," tegas Yamin.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat
nilai-nilai Pancasila di tengah derasnya arus digital dan tantangan global.
Menurutnya, generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam membumikan
Pancasila melalui aksi konkret, bukan sekadar seremoni.
Yamin menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak
hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa, tetapi juga menjadi jawaban bagi
terciptanya perdamaian dunia yang abadi.
"Pancasila adalah bintang penuntun yang telah
membuktikan ketangguhannya di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian.
Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang
terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnis dapat disatukan dalam
satu ikatan kebangsaan," ujarnya.
Sesuai amanat Pembukaan UUD 1945, Indonesia memiliki
tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Nilai
musyawarah dan mufakat menjadi instrumen diplomasi Indonesia untuk menjembatani
perbedaan dan menghentikan konflik.
Kontribusi pasukan perdamaian di bawah bendera PBB, peran
dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi menyuarakan keadilan bagi
bangsa-bangsa terjajah merupakan pengejawantahan sila kedua: Kemanusiaan yang
Adil dan Beradab.
Wali Kota mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi
muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup.
"Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan dinding di kantor atau teks di buku sejarah. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi nilai religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaan," Pungkasnya. (Prokom_bjm/zul)
Posting Komentar