BANJARMASIN – Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Hj. Neli Listriani, menekankan pentingnya penguatan koordinasi dan peningkatan kapasitas program kerja Bunda PAUD dalam mewujudkan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang bermutu, kreatif, dan berdampak bagi masyarakat. Penegasan tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Pendampingan dan Pembinaan Bunda PAUD dan Pokja Bunda PAUD di Aula SMP Negeri 10 Banjarmasin, Rabu (08/07/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Pokja Bunda PAUD Kota
Banjarmasin, Farida Rachmawati, Bunda PAUD Kecamatan Banjarmasin Selatan,
Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Nira
Ristinah, Bunda PAUD kelurahan se-Kecamatan Banjarmasin Selatan, serta seluruh
pengurus Pokja Bunda PAUD. Pembinaan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan
yang berlangsung sejak 6 hingga 10 Juli 2026 dan diikuti Bunda PAUD dari
seluruh kecamatan dan kelurahan di Kota Banjarmasin.
Dalam arahannya, Hj. Neli Listriani menegaskan bahwa PAUD
merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter, kecerdasan, serta tumbuh
kembang anak pada masa emas yang tidak dapat terulang. Karena itu, menurutnya,
Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan kelurahan bersama Pokja Bunda PAUD harus
mampu menjalankan perannya sebagai penggerak utama dalam mendampingi dan
membina satuan-satuan PAUD agar terus berkembang dan memberikan layanan
pendidikan yang berkualitas.
Mengusung tema "Perkuat Koordinasi dan Tingkatkan
Kapasitas untuk Laksanakan Program Kerja yang Mendukung Terciptanya Layanan
Belajar PAUD yang Bermutu dan Kreatif", Hj. Neli menyoroti dua fokus
utama. Pertama, memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan,
Dinas Pendidikan melalui Bidang PAUD dan PNF, serta berbagai pemangku
kepentingan lainnya.
Ia juga mendorong optimalisasi Portal Digital Pijar Bunda
PAUD sebagai sarana berbagi informasi, praktik baik, publikasi program,
sekaligus media evaluasi dalam membangun sinergi antarwilayah.
Selain penguatan koordinasi, Hj. Neli meminta agar program
kerja Pokja Bunda PAUD tidak hanya berorientasi pada administrasi, tetapi mampu
melahirkan inovasi yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Ia
mencontohkan layanan Mobil Pintar di Taman Edukasi Taman Satwa Jahri Saleh
sebagai salah satu model pembelajaran alternatif yang menghadirkan ruang
belajar rekreatif, berbasis literasi, dan dekat dengan anak-anak. Menurutnya,
program serupa perlu terus dikembangkan dan dimanfaatkan untuk memperluas akses
layanan PAUD yang berkualitas.
Posting Komentar