BANJARMASIN – Atas instruksi Wali Kota Banjarmasin H.
Muhammad Yamin, HR, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar
menghadiri Pembukaan Kampanye World Cleanup Day 2026 di Universitas Lambung
Mangkurat, Selasa (18/8/2026). Kampanye dibuka oleh Wakil Menteri Koordinator
Bidang Pangan Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P.
World Cleanup Day merupakan gerakan lingkungan terbesar di
dunia yang dilaksanakan serentak di 211 negara dan telah masuk kalender resmi
PBB. Di Indonesia, kegiatan tahun ini mengusung tema *“Aksi Bebersih
Pemuda-Pemudi Memerdekakan Sampah”* dan berlangsung 17 Agustus – 28 Oktober
2026. Puncaknya akan digelar 20 Oktober 2026 di Universitas Atma Jaya Jakarta.
Sekda Ichrom Muftezar menyampaikan Pemkot Banjarmasin saat
ini menyiapkan 7 regulasi penanganan sampah dari hulu, tengah, hingga hilir.
Salah satunya pengelolaan sampah skala kawasan, termasuk kawasan pendidikan.
“Yang pertama kali dilaksanakan di Kampus ULM. Tadi Pak
Rektor juga menyampaikan akan membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa terkait
pengelolaan sampah. Ini sejalan dengan yang disiapkan Pemkot. Insyaallah kami
akan membantu ULM mewujudkan niat mengelola sampah secara mandiri, 100% di
dalam kampus,” ujarnya.
Regulasi lain menyasar sektor Horeka, SPBU, catering, agen
3R, hingga bank sampah. “Pemerintah Kota tidak mungkin berjalan sendiri. Perlu
dukungan semua pihak,” tegasnya.
Wamenko Pangan Dr. Hanif Faisol menyebut ULM diharapkan
menjadi kampus pertama di Indonesia yang mampu mengelola sampah 100% secara
mandiri.
“Tiga masalah substansial sampah nasional adalah tata
kelola, sistem pengolahan, dan KIE. Melalui UKM dan KKN Tematik di ULM, saya
yakin dalam waktu tidak lama bisa jadi contoh pertama di tanah air,” katanya.
Ia juga mengapresiasi Banjarmasin yang hidup di atas sungai.
“Kalau Banjarmasin bisa ditangani serius, akan jadi parameter regional
Kalimantan. Kalau Banjarmasin bisa, yang lain mestinya tidak serumit
Banjarmasin.”
Rektor ULM Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri menyatakan hal ini
bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi. “Mudah-mudahan hari ini jadi
kebangkitan pengolahan sampah yang lebih sistematis. Kita akan bentuk UKM
peduli sampah sebagai duta ULM bekerja sama dengan pemerintah daerah,” ucapnya.
National Leader WCD Indonesia Andy Bahari menambahkan,
periode panjang 2,5 bulan dipilih agar menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Turut hadir jajaran Forkopimda, , Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Jefrie Fransyah, S.H., M.H.kepala OPD, civitas akademika ULM, dan relawan lingkungan (Prokom_bjm/zul)
Posting Komentar