BANJARMASIN— Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom
Muftezar, mewakili Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR, secara resmi
membuka Focus Group Discussion "Strategi Pengembangan Seni Budaya Islam di
Kota Banjarmasin", Minggu (9/8/2026) di Rumah Anno Lt. 2 Banjarmasin.
Dalam sambutannya, Ichrom menyampaikan atas nama pribadi dan
Pemerintah Kota Banjarmasin, Ichrom mengapresiasi Majelis Ulama Indonesia Kota
Banjarmasin, khususnya Komisi Pembinaan Seni Budaya Islam, yang telah
menginisiasi forum tersebut.
"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para
narasumber atas ilmu, pengalaman, dan pemikiran yang diberikan. Semoga forum
ini menghasilkan gagasan yang menarik serta mampu memperkaya strategi
pengembangan seni budaya Islam di Kota Banjarmasin tercinta," katanya.
Ichrom menegaskan, Banjarmasin tumbuh dengan nilai-nilai
religius yang kuat. Kehidupan masyarakat Banjar tidak dapat dipisahkan dari
ajaran Islam yang telah mewarnai adat, tradisi, bahasa, kesenian, hingga cara
hidup bermasyarakat.
"Oleh karena itu, seni budaya Islam bukan sekadar
warisan masa lalu yang perlu dikenang, tetapi merupakan kekayaan yang harus
terus dirawat, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi penerus,"
jelasnya.
Ia menilai seni budaya Islam memiliki peran besar sebagai
media dakwah, pendidikan karakter, serta perekat persatuan. Melalui syair,
madihin, musik religi, kaligrafi, dan sastra, nilai-nilai Islam dapat
disampaikan dengan cara yang indah dan mudah diterima masyarakat.
Di tengah tantangan globalisasi dan arus informasi yang
cepat, Ichrom menekankan pentingnya adaptasi. "Seni budaya Islam juga
perlu terus beradaptasi tanpa kehilangan nilai-nilai luhur yang menjadi
ruhnya," ujarnya.
Ia berharap FGD ini tidak hanya menjadi ruang tukar
pandangan, tetapi juga melahirkan rekomendasi konkret dan aplikatif. Di
antaranya melalui pembinaan komunitas seni, pemberdayaan pelaku budaya,
penyelenggaraan festival, pemanfaatan media digital, serta kolaborasi antara
pemerintah, seniman, ulama, akademisi, dan masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri Ketua MUI Kota Banjarmasin yang
diwakili Sekretaris Umum Ustaz Dr. Syaifullah Gamal beserta seluruh pengurus
MUI Kota Banjarmasin.
Dua narasumber yang hadir adalah H. Ibnu Sina dari DMDI
Provinsi Kalimantan Selatan, yang juga pernah menjabat Wali Kota Banjarmasin
periode 2016–2021 dan 2021–2025, serta Ustadz Ahmad Sarani, Maestro Madihin
Internasional.
Turut hadir pula Kabag Kesra diwakili Kasubag Kesejahteraan Masyarakat Zulfikri, Kaban Kesbangpol diwakili Umar, Kabid Poldagri dari Polresta Banjarmasin Kasat Binmas Syamlani, Babinsa Gadang, serta para tamu undangan lainnya. (Prokom_bjm/zul)
Posting Komentar