BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin bergerak cepat meredam potensi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah menggelar Pasar Murah Banjarmasin Corporate Social Responsibility (BCSR), di Halaman Kantor Kecamatan Banjarmasin Selatan, Senin (16/03).
Kegiatan yang ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat
ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan
Budiman. Dalam pelaksanaannya, sebanyak 1.000 paket sembako disalurkan kepada
warga dengan harga subsidi yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar
konvensional.
Dalam sambutan tertulis Wali Kota Banjarmasin yang dibacakan
oleh Ikhsan Budiman, disebutkan bahwa langkah ini merupakan implementasi nyata
dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan serta Program
Pengendalian Harga dan Stok Barang Kebutuhan Pokok tahun 2026. “Kegiatan ini
bukan hanya sekadar kegiatan sosial, tetapi merupakan bagian dari kebijakan
pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli
masyarakat,” katanya.
Langkah intervensi pasar ini diambil bukan tanpa alas an,
berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjarmasin, inflasi
year-on-year pada Februari 2026 tercatat berada di angka 6 persen. Kondisi ini
diperkirakan akan terus mendapat tekanan seiring meningkatnya permintaan
masyarakat menyambut hari besar keagamaan. “Menjelang bulan suci Ramadan dan
Hari Raya Idul Fitri, permintaan terhadap kebutuhan pokok meningkat cukup
signifikan. Kondisi ini sering kali memicu gejolak harga di pasar. Oleh karena
itulah, Pemko mengambil langkah nyata melalui pasar murah ini,” tambahnya.
Kesuksesan agenda tahun ini ditandai dengan meningkatnya
partisipasi sektor swasta secara drastis. Jika pada tahun 2025 program BCSR
hanya melibatkan 23 perusahaan dengan total 13.648 paket, maka pada tahun 2026
ini jumlahnya melonjak menjadi 45 perusahaan dengan total ketersediaan 18.316
paket sembako di seluruh titik pelaksanaan.
Untuk titik di Banjarmasin Selatan, Bank Kalsel dan Lotte
bertindak sebagai donatur utama. Program ini merupakan hasil orkestrasi dari
Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin yang bekerja sama dengan
Forum BCSR, Bulog sebagai distributor utama, serta Baznas Kota Banjarmasin
sebagai mediator. “Artinya, partisipasi dunia usaha semakin kuat dalam membantu
masyarakat. Upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah tidak bisa hanya dilakukan
oleh pemerintah saja,” jelas Ikhsan.
Selain fokus pada sembako, pasar murah ini juga menjadi
ajang promosi bagi Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Peningkatan
Pendapatan Keluarga (UP2K) tingkat kecamatan. Pelibatan pelaku usaha lokal ini
diharapkan mampu memicu perputaran uang di tingkat akar rumput.
Di akhir sesi pembukaan, Sekda mengajak warga Banjarmasin
Selatan untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan aksi borong atau
panic buying. “Semoga masyarakat dapat menyambut bulan suci Ramadan dengan
lebih tenang dan dalam kondisi ekonomi yang lebih stabil,”
pungkasnya.(prokom-bjm)
Posting Komentar