YOGYAKARTA – Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, Hj. Neli Listriani, membuka Pelatihan Sasirangan Pewarna Alam di Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik Yogyakarta, Senin (10/08/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi pengrajin Sasirangan Kota Banjarmasin.
Turut hadir Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan
Jasa Industri Kerajinan dan Batik Yogyakarta, Zya Labiba, Kepala Dinas
Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, Ignasius R.P. Salan, serta
Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin,
Fitriah. Pelatihan dijadwalkan berlangsung selama lima hari, 10 hingga 14
Agustus 2026.
Hj. Neli Listriani mengapresiasi dukungan Balai Besar
Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik Yogyakarta yang
menjadi mitra dalam peningkatan kapasitas pengrajin Sasirangan. Menurutnya,
pelatihan tersebut memiliki arti penting karena dilaksanakan dalam momentum
Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin. “Pelaksanaan pelatihan ini bukan sekadar
kegiatan peningkatan kompetensi, tetapi menjadi bagian penting dari rangkaian
peringatan lima abad Kota Banjarmasin,” ujarnya.
Ia menilai penggunaan pewarna alam menjadi salah satu
inovasi penting dalam pengembangan Sasirangan karena menawarkan karakter warna
yang unik sekaligus mendukung aspek lingkungan, kesehatan perajin, dan
keberlanjutan industri kreatif. “Sasirangan adalah identitas, kebanggaan,
sekaligus warisan budaya masyarakat Banjar yang memiliki nilai sejarah,
filosofi, dan ekonomi yang sangat tinggi. Sebagai warisan budaya, Sasirangan
harus terus bertransformasi melalui inovasi tanpa kehilangan jati dirinya,”
katanya.
Peserta pelatihan terdiri dari empat pengrajin Sasirangan
yang merupakan pemenang Lomba Desain Motif Sasirangan Tahun 2026 kategori
Pewarna Alam. Hj. Neli berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan
dan ditularkan kepada pengrajin lainnya. “Jadikan pelatihan ini sebagai ruang
belajar, ruang berdiskusi, ruang bereksperimen, dan ruang melahirkan inovasi
baru dalam pengembangan Sasirangan berbasis pewarna alam,” pungkasnya.
(prokom-bjm)
Posting Komentar