https://hut80ri.setneg.go.id/

Rabu, 26 Agustus 2026

Ketua TP PKK Buka Pelatihan Penanganan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

 


BANJARMASIN – Ketua TP PKK Kota Banjarmasin sekaligus Ketua Satgas Penanganan Masalah Perempuan dan Anak (Satgas PPA), Hj. Neli Listriani, membuka secara resmi Kegiatan Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Hotel Rodhita Banjarmasin, Rabu (26/08/2026).

Kegiatan tersebut diikuti petugas layanan, Tim Satgas PPA, serta Relawan SAPA KRPPA, dengan menghadirkan narasumber Dr. Didiet Widiowati, M.Si dari Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia dan Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung. Turut hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Banjarmasin, H. M. Ramadhan.

Dalam sambutannya, Hj. Neli menegaskan bahwa penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan pekerjaan sederhana karena menyangkut kehidupan, keselamatan, masa depan, serta kondisi psikologis korban. Menurutnya, ketika korban berani menceritakan pengalaman yang dialaminya, hal tersebut merupakan bentuk kepercayaan yang harus dijawab dengan pelayanan profesional, sikap tidak menghakimi, menjaga kerahasiaan, serta tindakan yang tepat dan terukur.

Ia menjelaskan, pelatihan tersebut penting untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengenali situasi, mengidentifikasi kebutuhan korban, melakukan asesmen, menyusun rencana intervensi, mendokumentasikan kasus, membangun koordinasi, hingga memastikan proses rujukan dan tindak lanjut berjalan sesuai kebutuhan. Khusus bagi Relawan SAPA KRPPA di tingkat kelurahan, Hj. Neli menekankan pentingnya kemampuan melakukan deteksi dini dan memberikan respons awal yang tepat tanpa harus menangani seluruh persoalan seorang diri.

Hj. Neli juga mengingatkan bahwa penanganan kasus perempuan dan anak membutuhkan kerja sama lintas sektor, baik layanan kesehatan, psikologis, sosial, hukum, pendidikan maupun perlindungan keamanan.

Ia berharap pelatihan tersebut tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga meningkatkan ketepatan pengambilan keputusan, kecepatan respons, kualitas dokumentasi, kekuatan koordinasi, serta kepastian rujukan, sehingga seluruh peserta mampu memberikan layanan yang lebih baik demi mewujudkan Kota Banjarmasin yang semakin aman bagi perempuan dan anak. (prokom-bjm)

 



Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search